Memandang aku sendiri
Jauh kedepan terlihat sebuah binar
Tersirat Tanya dalam kalbu
Teringat pula akan kenangan dirimu
Tersirat sebuah pertanyaan yang selalu mengusik hatiku
Yang kadang membuat hatiku bahagia tetapi juga merana
Apakah anugrah?
Aku bisa mengenal dirimu
Aku bisa menggenggam tanganmu,
Tapi itu Aku rasakan dulu
Sekarang, binar sinar itu
Perlahan menjauh dari mataku
Aku merindukan dirimu yang dulu
Dirimu yang penuh rasa perhatian terhadapku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar